• Rabu, 30 November 2022

KPK Harus Ambil Alih Kasus Korupsi Proyek Jalan Maronggela - Nampe di Ngada

- Jumat, 18 November 2022 | 07:50 WIB
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Wilayah NTT Meridian Dewanta Dado. (Foto: Istimewa)
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Wilayah NTT Meridian Dewanta Dado. (Foto: Istimewa)

 

KUPANG, suluhdesa.com | Sejak akhir tahun 2020, Kepolisian Resort (Polres) Ngada telah melakukan proses penyidikan atas perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Ruas Jalan Maronggela - Nampe tahun anggaran 2017 di Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan pagu anggaran senilai Rp. 7,9 miliar, dan telah pula ditetapkan 2 orang tersangka atas kasus tersebut yaitu Albertus Iwan Susilo selaku Kontraktor Pelaksana (PT Sukses Karya Inovatif), dan Silvester Tewe selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Kerugian negara yang ditimbulkan dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Ruas Jalan Maronggela - Nampe yaitu senilai Rp 1.234.615.384,- berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT.

"Kami mendapat informasi bahwa pada tanggal 21 Oktober 2021, Polres Ngada sudah melakukan pelimpahan tahap 1 atas berkas perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Ruas Jalan Maronggela - Nampe ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngada, namun dalam perkembangannya Kejari Ngada mengembalikan berkas perkara tersebut ke pihak penyidik Polres Ngada untuk dilengkapi," ungkap Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Wilayah NTT Meridian Dewanta Dado kepada Media SULUH DESA, Kamis (17/11/2022) malam.

Dikatakan Meridian, sebelumnya Polres Ngada pernah menjelaskan bahwa berdasarkan hasil audit teknis yang dilakukan BPKP Perwakilan NTT, terdapat beberapa item pengerjaan proyek Pembangunan Ruas Jalan Maronggela - Nampe yang tidak sesuai dengan volume, selain itu lapen pada permukaan ruas jalan mengalami kerusakan parah yang berupa lepas butiran dan lubang karena kurangnya porsi aspal.

"Dari hasil pemeriksaan ahli teknik ditemukan adanya lima faktor yang menyebabkan kualitas jalan tidak bermutu, yaitu adanya perbedaan ruas penanganan antara dokumen perencanaan dan dokumen kontrak,  ruas jalan sepanjang 5.600 meter dalam satu ruas tergerus, terdapat 37 segmen, lebar 3,5 meter dan panjang 50 meter dari total 112 segmen lapis macadam yang mengalami kerusakan di atas 30 persen," ungkapnya.

Baca Juga: PMI Asal NTT Harus Dilatih BLK Profesional Bukan Abal-abal

Menurut Meridian, salah satu tersangka dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Ruas Jalan Maronggela - Nampe tahun anggaran 2017 senilai Rp. 7,9 miliar tersebut yaitu Albertus Iwan Susilo, namanya pernah terungkap dalam fakta-fakta persidangan kasus suap Marianus Sae (Bupati Ngada periode 2010-2015 dan 2015-2020), di mana Albertus Iwan Susilo bersama-sama dengan Wilhelmus Iwan Ulumbu dalam kurun waktu 7 Februari 2011 sampai dengan tanggal 15 Januari 2018 memberikan uang suap kepada Marianus Sae demi mendapatkan paket proyek pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Ngada.

Marianus Sae disebut menerima suap total sejumlah Rp 5.937.000.000,- yang berasal dari Wilhelmus Iwan Ulumbu selaku Direktur Utama PT Sinar 99 Permai dan Pendiri PT Flopindo Raya Bersatu sebesar Rp 2.487.000.000,- dan dari Albertus Iwan Susilo selaku Direktur Utama PT Sukses Karya Inovatif sebesar Rp 3.450.000.000,-.

"Sebagai kompensasi pemberian suap kepada Marianus Sae maka perusahaan milik Wilhelmus Iwan Ulumbu yaitu PT Flopindo Raya Bersatu dan PT Sinar 99 Permai maupun perusahaan milik Albertus Iwan Susilo yaitu PT Sukses Karya Inovatif, masing-masing mendapatkan paket proyek pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Kabupaten Ngada, salah satunya yaitu proyek Pembangunan Ruas Jalan Maronggela - Nampe tahun anggaran 2017 senilai Rp. 7,9 miliar yang saat ini proses penyidikannya berjalan ditempat karena Polres Ngada terkesan tidak mampu melengkapi petunjuk-petunjuk dari Kejari Ngada," kata Meridian.

Halaman:

Editor: Frids Wawo Lado

Tags

Terkini

X