Pada Kasus Dugaan Bunuh Diri, Wartawan Buat Apa?

- Sabtu, 18 Februari 2023 | 06:46 WIB
Ilustrasi jangan bunuh diri.
Ilustrasi jangan bunuh diri.

"Mengapa media massa harus patuh pada peraturan itu? Sebab, pertama, sebagaimana dijelaskan secara terang dalam peraturan itu, kejadian dugaan bunuh diri atau upaya bunuh diri adalah sebuah masalah kesehatan jiwa yang mesti mendapat kepekaan semua kalangan termasuk pers."

Penulis: Pater Avent Saur, SVD (Pendiri Kelompok Kasih Insanis Peduli Sehat Jiwa Provinsi NTT)


suluhdesa.com | Pada Kamis, 16 Februari 2023, saya mendapat kabar tentang kasus dugaan bunuh yang menimpa seorang tokoh agama Katolik di wilayah Manggarai, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kabar itu dalam pelbagai bentuk, salah satunya tautan media massa online.

Ketika mencari di Google.com tentang kasus itu, saya menemukan 48 media massa yang memberitakannya. Tak satu pun media massa yang memenuhi Peraturan Dewan Pers Nomor 2/Peraturan-DP/II/2019 tentang Pedoman Pemberitaan terkait Tindak dan Upaya Bunuh Diri.

Ketika saya menghubungi beberapa media itu (tidak semua) untuk melihat kembali bentuk pemberitaannya sambil menengok ke Peraturan Dewan Pers, hanya satu media massa yang menyadari kekeliruan dan kekurangannya, kemudian menghapus berita itu. Patut saya sebutkan saja, GardaNTT.id (terima kasih!).

Tentu bukan hanya kasus teranyar ini. Sudah sekian banyak kasus bunuh diri yang ditemukan di media massa baik cetak maupun online dan elektronik.

Baca Juga: Viral Di Medsos! Sepasang Muda Mudi Lakukan Wik-Wik Di Atas Jembatan Penyeberangan Depan Kampus Unwira Kupang

Beberapa media harian dan mingguan nasional sangat ketat memperhatikan pendoman dewan pers tersebut, bahkan wartawan menyertakan informasi dan nomor kontak lembaga profesional baik psikiater dan psikolog klinis, maupun para pemeduli yang konsen pada masalah kesehatan jiwa.

Beritanya diulas mendalam, dihubungkan dengan edukasi kesehatan jiwa. Bukan breakingnews sebagaimana terjadi pada berita kasus teranyar (tanpa konfirmasi kepada pihak yang empunya kasus).

Berita media-media nasional kredibel itu pun mengandung makna dan berfaedah buat masyarakat konsumen.

Mengapa Harus Patuh?

Mengapa media massa harus patuh pada peraturan itu? Sebab, pertama, sebagaimana dijelaskan secara terang dalam peraturan itu, kejadian dugaan bunuh diri atau upaya bunuh diri adalah sebuah masalah kesehatan jiwa yang mesti mendapat kepekaan semua kalangan termasuk pers.

Kedua, kejadian dugaan bunuh diri atau upaya bunuh diri bukan merupakan sebuah tindakan kriminalitas, apalagi tindakan sensasional, melainkan sebuah ekspresi hilangnya harapan hidup atau hilangnya kemampuan untuk mengendalikan diri dari dorongan penghilangan diri oleh diri sendiri.

Kalaupun kemudian tindakan bunuh diri dikembangkan oleh penegak hukum dan menjadi kasus korban kriminalitas, itu pun Dewan Pers sudah menegaskannya secara jelas dalam peraturan itu; kapan itu ditulis sebagai berita, bagaimana bentuk berita itu, dan apa saja substansi yang wajar dalam berita itu.

Halaman:

Editor: Frids Wawo Lado

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Politik Dan Pengkhianatan

Sabtu, 8 April 2023 | 12:02 WIB

Renungan Indonesia: Makna Intelijen Negara

Senin, 6 Maret 2023 | 09:28 WIB
X