Paus Fransiskus Beri Perempuan Hak Suara dalam Gereja Katolik Roma

- Jumat, 28 April 2023 | 08:45 WIB
Paus Fransiskus Beri Perempuan Hak Suara dalam Gereja Katolik Roma
Paus Fransiskus Beri Perempuan Hak Suara dalam Gereja Katolik Roma

VATIKAN, suluhdesa.com | Paus Fransiskus telah membuat keputusan yang dianggap sebagai langkah historis dalam meningkatkan partisipasi perempuan di internal Gereja Katolik Roma.

Dalam pertemuan global para uskup pada Oktober mendatang, perempuan akan diberi hak untuk memberikan suara untuk pertama kalinya.

Sebelumnya, perempuan hanya diizinkan menghadiri pertemuan sebagai auditor tetapi tanpa hak suara.

Aturan revolusioner yang diumumkan pada Rabu, 26 April lalu memperbolehkan lima suster memberikan suara.

Namun, Paus Fransiskus tidak hanya memberikan hak suara kepada perempuan, ia juga memasukkan "70 anggota non-uskup yang mewakili berbagai kelompok" yang akan dipilih oleh paus dari daftar 140 orang yang direkomendasikan konferensi uskup nasional.

Selain itu, Vatikan telah meminta agar 50 persen dari 70 orang itu adalah perempuan. Konferensi diimbau untuk memasukkan kaum muda juga.

Perubahan ini sangat menonjol bagi sebuah institusi yang selama berabad-abad didominasi oleh laki-laki.

Dalam sinode biasanya hanya sebagian kecil dari peserta yang memiliki hak suara dan sebagian besar dari mereka adalah uskup.

Namun, keputusan Paus Fransiskus untuk memberikan hak suara kepada perempuan dan memasukkan anggota non-uskup yang mewakili berbagai kelompok, termasuk kaum muda, dapat membawa inklusivitas dan partisipasi yang lebih besar dalam pengambilan keputusan di internal Gereja Katolik Roma.

Ini bukanlah langkah pertama yang diambil oleh Paus Fransiskus untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam Gereja Katolik Roma.

Sebelumnya, ia memperkenalkan reformasi penting yang memungkinkan setiap orang Katolik awam yang dibaptis, termasuk perempuan, untuk memimpin sebagian besar departemen Vatikan di bawah konstitusi baru untuk administrasi pusat Takhta Suci.

Pada tahun lalu, ia juga menunjuk tiga perempuan ke sebuah komite penasihat untuk memilih uskup di seluruh dunia.

Paus Fransiskus juga menunjuk Suster Raffaella Petrini sebagai perempuan dengan pangkat tertinggi di negara terkecil di dunia, yaitu Kota Vatikan.

Ia juga menunjuk biarawati Italia Suster Alessandra Smerilli ke posisi nomor dua dalam kantor pembangunan Vatikan.

Keputusan Paus Fransiskus ini disambut baik oleh para pendukung yang melihatnya sebagai kesempatan untuk mengubah dinamika kekuasaan Vatikan dan memberikan suara yang lebih besar kepada umat Katolik awam, termasuk perempuan, dan orang-orang di pinggiran masyarakat.

Halaman:

Editor: Giorgio Babo Moggi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X