Waspada! Ada Larangan Untuk Politisi dan Pejabat Penting di Ceko Gunakan Aplikasi TikTok

- Jumat, 10 Maret 2023 | 15:39 WIB

HIBURAN, suluhdesa.com | Aplikasi TikTok kian dicurigai. Kali ini datang dari pengawas keamanan siber Ceko (NUKIB). Institusi tersebut hingga mengeluarkan peringatan.

Pejabat setempat dihimbau untuk tidak menggunakan TikTok karena rentan terhadap risiko keamanan.

Bahkan, Badan NUKIB memberikan rekomendasi agar aplikasi TikTok tidak diinstal di ponsel yang penggunanya memiliki akses ke infrastruktur penting di negara tersebut.

"Agensi prihatin dengan potensi ancaman keamanan yang berasal dari penggunaan TikTok terutama karena jumlah data pengguna yang dikumpulkan oleh aplikasi serta cara penanganan data," bunyi peringatan NUKIB seperti dilansir Reuters via JPPN.com

"Pengumpulan data berskala besar seperti itu mengkhawatirkan karena lingkungan hukum dan politik Republik Rakyat Tiongkok (RRC), mengingat ByteDance, pengembang dan administrator TikTok berada di bawah yurisdiksi hukum RRC."

NUKIB juga merekomendasikan para politisi dan pejabat penting untuk menghindari penggunaan TikTok.

Masyarakat Ceko juga diminta mempertimbangkan dalam menggunakan aplikasi tersebut, terutama untuk berbagi konten.

Menanggapi hal itu, TikTok mengatakan peringatan itu tidak beralasan.

"Peringatan ini didasarkan pada kesalahpahaman mendasar tentang kepemilikan perusahaan kami dan keamanan data kami," kata juru bicara TikTok melalui email.

"Pakar keamanan independen secara konsisten menemukan bahwa kami tidak mengumpulkan lebih banyak data daripada aplikasi umum lainnya, dan seringkali lebih sedikit. Negara China tidak memiliki kepemilikan baik di TikTok maupun perusahaan induk kami, dan keduanya didirikan di luar China."

ByteDance sebelumnya mengatakan bahwa kekhawatiran tentang aplikasi tersebut dipicu oleh informasi yang salah, dan membantah menggunakannya untuk memata-matai. Beijing juga berulang kali membantah memiliki niat untuk menggunakan aplikasi tersebut untuk spionase.

Namun, beberapa negara telah mengambil langkah untuk membatasi penggunaan TikTok.

Amerika Serikat bulan lalu menetapkan batas waktu 30 hari untuk membersihkan aplikasi dari perangkat dan sistem federal.

Parlemen Eropa, Komisi Eropa, dan Dewan UE juga telah melarang penggunaan TikTok oleh para staf. (Sumber: JPPN.com)

Editor: Giorgio Babo Moggi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X