• Rabu, 30 November 2022

Hati-hati, Masyarakat Selalu Jadi Korban Pinjol, Ini Kerugian dan Sebabnya

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 08:40 WIB
Ilustrasi (Liputan6.com)
Ilustrasi (Liputan6.com)

JAKARTA, suluhdesa.com | Pertumbuhan pengguna teknologi digital di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan tersebut tidak linear dengan kompetensi digital pengguna.

Devi Rahmati, Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Devi Rahmawati,  mengungkapkan  lemahnya kompetensi digital di Indonesia.

Akibat rendah kompetensi menyebabkan uang masyarakat hilang. Menurut dia, jumlah uang yang hilang itu mencapai Rp 14 triliun selama 9 atau 10 tahun terakhir ini. 

Baca Juga: Youtuber Dapat Gadaikan Konten di Bank, Ini Syaratnya, Kamu Bisa?

Pemiliknya terjerat pinjaman online atau investasi bodong.

"Uang masyarakat yang hilang sia-sia karena terjerat pinjol ilegal, ada yang karena salah investasi, dan sebagainya itu, akhirnya lebih dari Rp 14 triliun," kata Devie dalam diskusi virtual, (Kamis, 21 Juli 2022), seperti dilansir dari Tempo.co.

Kebanyakan uang yang hilang, lanjut Devi, uang dari tabungan tabungan atau tabungan haji, bahkan  diambil dari biaya pendidikan keluar negeri.  

Baca Juga: Gawat! Jabatan Fungsional Ini Akan Hilang, Tenaga Administrasi Digantikan Teknologi Digital, Apakah PNS Siap?

Lanjut Devi, Kominfo memiliki desain program agar sumber daya manusia (SDM) di Indonesia untuk mendorong masyarakat  kecakapan digital, jjuga etika, budaya digital, serta pemahaman tentang keamanannya. 

Apalagi, di era yang telah berkembang, kegiatan masyarakat, termasuk urusan ekonomi, bersinggungan dengan aktivitas digital. 

Halaman:

Editor: Giorgio Babo Moggi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X