• Selasa, 27 September 2022

Bawakan Materi Strategi Penyusunan Simulasi, Asesor BKN Apresiasi Assessment Center Provinsi NTT

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 21:58 WIB
Zul Sweizon Amran, ST, MA (Tangkapan layar Yotube BKD NTT)
Zul Sweizon Amran, ST, MA (Tangkapan layar Yotube BKD NTT)

KUPANG, suluhdesa.com | Kesuksesan penyelenggaraan penilaian kompetensi berbasis assessment center sangat ditentukan oleh simulasi yang ditetapkan.

Wilfridus M. Kako Nono, penerjemah, telah mengidentifikasi 9 simulasi menurut George Thornton dan Debora Rupp, beserta kelebihan dan kekurangannya, serta faktor apa saja yang dipertimbangkan dalam penyusunan simulasi.

Pada sesi berikut, pembedah kedua Zul Sweizon Amran, ST, MA, asesor SDM Aparatur Badan Kepegawaian Negara, pada Webinar Bedah Karya Terjemahan Simulation Exercises, akan fokus pada strategi penyusunan simulasi.

Senada dengan paparan Wilfrid, Zul menegaskan kembali defenisi simulasi yang dirujuknya dari  KEPMENAKER 293 2019 tentang SKKNI ASSESSMENT CENTER. 

“Merupakan kasus yang dirancang secara spesifik dan sistematis, untuk menstimulasi perilaku peserta assessment center, yang akan menggambarkan kompetensi yang relevan dengan pekerjaan pada jabatan sasaran.”

Baca Juga: Webinar Karya Terjemahan, Wilfrid K. Nono: Jangan Ragukan Penulis, Ragukan Penerjemah, Karena Itu Kita Hadir

Zul memaparkan 4 keunggulan simulasi. Pertama, simulasi dapat memunculkan perilaku yang kompleks dapat diamati secara langsung.

Kedua, simulasi memungkinkan dilakukan penilaian secara simultan terhadap berbagai dimensi perilaku asesi.

Ketiga, melalui simulasi asesi dimungkinkan untuk berespon secara alamiah.

Terakhir, simulasi dianggap lebih memiliki relevansi dengan pekerjaan dari pada paper & pencil test.

Halaman:

Editor: Giorgio Babo Moggi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X