Bahas Virtual Assessment, Flo: Kita Fokus Manfaatkan Data Untuk Promosi, Tapi Lupa Untuk Pengembangan Asesi

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:10 WIB
Isabella Floriana, MM, M.Psi, Psikolog (Tangkapan layar Youtube BKD Provinsi NTT)
Isabella Floriana, MM, M.Psi, Psikolog (Tangkapan layar Youtube BKD Provinsi NTT)

 

KUPANG, suluhdesa.com | Prinsip-prinsip dasar assessment center telah dikupas, didalami dan dibahas para Wilfridus M. Kako Nono, SS, MHRM dan Zu Sweizon Amran, ST, MA. 

Bagaimana implementasi assessment center di lapangan? Nah, inilah yang dibahas narasumber ketiga, Isabella Floriana, MM., M.Psi., Psikolog, dari Daya Dimensi Indonesia (DDI).

Pada kegiatan webinar kali ini, Flo akan membahas tentang virtual assessment center dan prakteknya di tempat kerjanya. 

Dikatakan Flo, secara prinsip baik model konvensional maupun virtual assessment center tetap saja ada poin-poin yang harus dipenuhi antara lain multiple techniques, multiple assessors, multiple rater, dan measurable competency.

Namun yang membedakannya dari sisi  role play dan guidelines/system. Model konvensional diimplementasi secara tatap muka, sedangkan pada virtual assessment menggunakan video conference seperti Zoom. 

“Mungkin di awal-awal sebelum pandemi, virtual assessment  jadi suatu hal yang belum biasa karena masih banyak konvensional, yang tatap muka, tetapi kemudian setelah pandemi semua hal kita lakukan video conference. Sehingga setelah pandemi video conference jadi sesuatu yang umum, “ papar Flo.

Baca Juga: Bawakan Materi Strategi Penyusunan Simulasi, Asesor BKN Apresiasi Assessment Center Provinsi NTT

Menurut Flo, dari sisi system, conventional assessment dilakukan secara offline, administrator dan asesor melakukan  tatap muka, sedangkan virtual assessment dilakukan secara online. Jadi, sistem merupakan satu hal yang penting untuk melakukan virtual assessment.

Lanjutnya, satu hal yang cukup penting adalah platform. Karena dilakukan secara online maka sistem dibangun secara terintegrasi pada satu platform. 

Flo mencontohkan asesor bisa memasukan jadwal pengambilan data, pengelola juga dapat melihat  daftar asesor sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan peserta. 

Dalam platform tersebut alangkah banyak ada video role play. Untuk role play, dilakukan live video sehingga langsung terekam. Setelah kegiatan asesor bisa langsung lihat evidence atau video tersebut.

Selain itu, lanjut Flo, satu hal yang menguntungkan dari sistem ini, semua data bisa masuk ke dalam sistem sehingga kita lebih muda melakukan analisis data. Skor, question competency, evidence dan lain-lain sudah terekam di sistem.

Baca Juga: Webinar Simulation Exercises: PNS Wajib Tahu 9 Simulasi Metode Assessment Center, Mana Yang Terbaik?

Dikatakan juga, alangkah lebih baik hasil assessment dimanfaatkan untuk pegembangan. 

Halaman:

Editor: Giorgio Babo Moggi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X