• Selasa, 31 Januari 2023

Kota Kupang, Kota Karang, Pintu Gerbang Selatan Indonesia dan Upaya Pemerintah Melestarikan Batu Karang

- Selasa, 24 Januari 2023 | 08:13 WIB
Kota Kupang saat di sore hari. (Dokpri)
Kota Kupang saat di sore hari. (Dokpri)

INFO WISATA, suluhdesa.com | Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini memiliki luas wilayah sekitar 180,12 kilometer persegi. Lantas mengapa Kupang dijuluki Kota Karang? 

Populasi penduduk Kota Kupang mencapai 432.972 jiwa pada tahun 2019. Terdapat 24 bagian wilayah Kecamatan Kota Kupang di antara atas kecamatan Kelapa Lima, Kecamatan Oebobo, Kecamatan Maulafa, Kecamatan Alak, dan lainnya.

 

Berdasarkan keadaan geografis, Kota Kupang berdekatan dengan Timor Leste pada bagian ujung barat. Sedangkan pada bagian utara terdapat Negara Australia.

Letaknya yang sangat strategis membuat Kota Kupang mendapat julukan pintu gerbang selatan negara Indonesia. Lokasi ini sangat tepat untuk keluar masuknya perdagangan lokal, regional, atau internasional.

Kota Kupang juga mendapat julukan Kota Karang. Kota Kupang dijuluki Kota Karang karena potensi wisata laut dan karang yang melimpah. Banyak orang menyebut Kota Kupang sebagai “City of Corals”.

Baca Juga: 3 Langkah Membangun Desa Wisata, Pariwisata NTT Bisa Mendunia

Saat berkunjung ke kota ini pelancong akan menemukan wilayah Kupang yang tertutupi batu karang. Sayangnya, banyak terumbu karang rusak akibat penangkapan ikan menggunakan bom. Meski demikian pemerintah telah berupaya melestarikan terumbu karang.

Salah satu wilayah terumbu karang yang terancam berada di perairan Laut Sawu. Pemerintah membuat Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu untuk konservasi pelestarian perairan Sawu termasuk batu karang.

Sudah lama lingkungan batu karang di perairan ini terancam akibat penangkapan ikan destruktif. Padahal sebaran terumbu karang di perairan ini sangat besar.

Halaman:

Editor: Frids Wawo Lado

Tags

Terkini

Sah! Josef Nae Soi  Raih Gelar Doktor  Ilmu Hukum

Jumat, 27 Januari 2023 | 18:58 WIB

Di HKAN 2021 LHK akan Meluncurkan Aplikasi Wisata Alam

Selasa, 23 November 2021 | 16:36 WIB

Di HKAN 2021, NTT Lebih Tepat Disebut Miniatur Indonesia

Selasa, 23 November 2021 | 16:11 WIB
X