• Rabu, 30 November 2022

Festival Budaya SMPK Rosa Mystika, Suster Angela Mengaku Bangga

- Sabtu, 12 November 2022 | 10:24 WIB
Kepala SMP Katolik Rosa Mystika Kupang Sr. Angela M. Asuat, RVM saat mengunjungi stand budaya milik para siswa SMP Katolik Rosa Mystika Kupang yang dipamerkan, Jumat (11/11/2022) malam.
Kepala SMP Katolik Rosa Mystika Kupang Sr. Angela M. Asuat, RVM saat mengunjungi stand budaya milik para siswa SMP Katolik Rosa Mystika Kupang yang dipamerkan, Jumat (11/11/2022) malam.

 

KUPANG, suluhdesa.com | Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik Rosa Mystika Kupang menghelat pameran budaya atau festival budaya daerah di UPTD Taman Budaya, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mulai hari Jumat (11/11/2022) hingga Minggu (13/11/2022).

Festival budaya SMP Katolik Rosa Mystika Kupang ini bertujuan untuk menggali potensi siswa dengan memadukan ragam budaya NTT untuk mewujudkan generasi milenial yang berbudaya, unggul, dan kompetitif.

Kegiatan ini dilakukan sebagai project ketiga SMP Katolik Rosa Mystika Kupang yang melibatkan seluruh siswa dan para guru.

Pantauan Media SULUH DESA, ada tujuh budaya yang ditampilkan dalam festival ini yakni dari etnis TTS, Malaka, Manggarai, Ende, Bajawa, Alor, dan Rote.

Kepala SMP Katolik Rosa Mystika Kupang, Sr. Angela M. Asuat, RVM saat menyampaikan sambutannya dalam acara pembukaan festival budaya, Jumat (11/11/2022) di hadapan para undangan yang hadir bahwa, melalui pameran budaya ini dapat menggali potensi siswa dengan memadukan ragam budaya NTT.

Baca Juga: Gali Potensi Siswa, SMPK Rosa Mystika Kupang Helat Festival Budaya

"Kegiatan ini bertujuan agar kita semua khususnya anak-anak perlu mengenal budaya, baik budaya sendiri maupun budaya lain, di mana setelah anak mampu mengenal budaya ia pun menghargai budayanya sendiri, dan budaya lain. Saya merasa bangga dengan seluruh siswa SMP Katolik Rosa Mystika Kupang," kata Angela.

Menurutnya, acara ini merupakan project ketiga SMP Katolik Rosa Mystika sebagai sekolah penggerak angkatan pertama di Kota Kupang.

Ia menambahkan, di sini anak memberikan bentuk toleransi atau anak dikenalkan sejak dini bagaimana keterkaitan budaya yang satu dengan yang lain.

Halaman:

Editor: Frids Wawo Lado

Tags

Terkini

Membangun Desa ala Mahasiswa IMAN

Rabu, 20 Juli 2022 | 12:51 WIB
X