• Selasa, 31 Januari 2023

Hari Guru Nasional 2022, SLB Asuhan Kasih Kupang Gelar Upacara Bendera

- Sabtu, 26 November 2022 | 08:31 WIB
Sekolah Luar Biasa (SLB) Asuhan Kasih Kupang Nusa Tenggara Timur yang memperingati Hari Guru Nasional di halaman sekolah SLB Asuhan Kasih Jumat (25/11/2022). (Maria Virginia Nanga)
Sekolah Luar Biasa (SLB) Asuhan Kasih Kupang Nusa Tenggara Timur yang memperingati Hari Guru Nasional di halaman sekolah SLB Asuhan Kasih Jumat (25/11/2022). (Maria Virginia Nanga)

KUPANG, suluhdesa.com | Setiap tanggal 25 November, hampir semua sekolah di Indonesia memperingati Hari Guru Nasional. Tak ubah dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Asuhan Kasih Kupang Nusa Tenggara Timur yang memperingati Hari Guru Nasional di halaman sekolah SLB Asuhan Kasih Jumat (25/11/2022).

Pantauan media ini tampak anak-anak yang berkebutuhan khusus menyambut dengan antusias perayaan hari guru dengan mengikuti upacara bendera. Setelah pelaksanaan upacara selesai siswa-siswi berkebutuhan khusus mengucapkan selamat kepada guru dan kepala sekolah. Tak disangka ada beberapa kejutan yang datang di hari ulang tahun guru tahun ini, yaitu orang tua siswa memberikan kue serta buket bunga sebagai tanda tali kasih dari anak-anak yang berkebutuhan khusus kepada wali kelas dan kepala sekolah.

Baca Juga: Terobos Jalan Sunyi Literasi, Cakrawala NTT Gandeng Duta Baca Indonesia

Kepala sekolah SLB Asuhan Kasih Kupang Nusa Tenggara Timur, Amini S.Pd, menyampaikan bahwa perayaan yang sederhana dan penuh kekeluargaan menjadi makna sebuah ikatan yang sudah terjalin antara guru, siswa-siswi berkebutuhan khusus dan orang tua.

“Sukanya itu dapat berinteraksi dengan anak-anak yang memang luar biasa. Namun tak dapat kita pungkiri bahwa mereka juga punya bakat terpendam, bahkan dapat membawa banyak penghargaan dalam banyak perlombaan. Piagam dan piala yang terpajang di sekolah ini merupakan hasil kerja keras anak-anak ini ,” terang Amini.

Perayaan yang sederhana dan penuh kekeluargaan menjadi makna sebuah ikatan yang sudah terjalin antara guru, siswa-siswi berkebutuhan khusus dan orang tua. (Maria Virginia Nanga)

Dijelaskan Amini, sekolah yang dipimpinnya ini terdapat 153 siswa atau anak kebutuhan khusus yang terdaftar di Dapodik dengan tenaga guru pegawai 52 orang. Beberapa di antaranya merupakan siswa tuna netra, tuna rungu dan tuna grahita, serta autis.

“Pada peringatan hari guru saya minta kita memajukan pendidikan di Indonesia terlebih anak berkebutuhan khusus apalagi ada program merdeka belajar, kita membuat yang ada di kurikulum sesuai keadaan siswa, keadaan daerah, kearifan lokal. Saya harap tetap semangat jangan menyerah. Guru-guru di sini telah terlatih dan mendapatkan pendidikan sesuai basik pendidikan mereka. Tantangannya tentu harus ekstra sabar dalam memberi pemahaman pada anak-anak yang berkebutuhan khusus ini,” kata Amini lagi.

“Manusiawi tentu kadang ada rasa kesal, tapi itu hanya sebentar. Mungkin karena sudah terbiasa dan tentunya rasa sayang kepada anak-anak ini,” ujarnya kembali.

Halaman:

Editor: Redaksi Suluh Desa

Tags

Terkini

X