• Selasa, 27 September 2022

Nostalgia Pesparani NTT 2018, Umat Protestan dan Muslim Terlibat, Tampakan Wajah NTT Yang Toleran

- Selasa, 19 Juli 2022 | 21:08 WIB
Paduan suara Kabupaten Alor tampil pada Pesparani 2018 (gbm)
Paduan suara Kabupaten Alor tampil pada Pesparani 2018 (gbm)

KUPANG, suluhdesa.com | Pesta Paduan Suara Gerejani  atau Pesparani adalah gawenya umat Katolik Indonesia. Lantas, apakah umat lain tidak bisa terlibat? 

Pemandangan yang unik terjadi di NTT, pada kegiatan pesparani Tingkat Provinsi NTT tahun 2018 lalu. 

Keunikan itu datang dari Nusa Kenari, Kabupaten Alor. Jangan mengira kalau anggota paduan suara kabupaten Alor semuanya beragama Katolik.

Secara populasi, penduduk Alor beragama Katolik urutan ketiga terbesar setelah Protestan dan Islam

Namun, di kabupaten ini dikenal sebagai kabupaten toleran. Kehidupan antar umat beragama sangat rukun.

Seperti tersebar banyak kisah atau pemberitaan di media, di kabupaten ini, jika warga Muslim membangun masjid, maka umat Protestan akan terlibat dalam pembangunan masjid tersebut. 

Baca Juga: Jelang Pesparani Nasional, Lagu Menobatkan Orang Daripada Kotbah Yang Berapi-api

Demikian pun sebaliknya, jika ada umat Protestan yang membangun gereja, maka umat Muslim akan terlibat dalam pembangunan gereja.

Dalam konteks yang lain, kerjasama dan kolaborasi ini  terjadi pula pada Pesparani Tingkat Provinsi NTT tahun 2018 yang silam. Umat Muslim dan Protestan terlibat dalam pesta akbar tersebut.

Kesuksesan anggota paduan suara Kabupaten Alor tak lepas peran dari saudara Muslim dan Protestan

Halaman:

Editor: Giorgio Babo Moggi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPD Partai Demokrat NTT Tolak Kenaikan BBM

Senin, 5 September 2022 | 16:20 WIB

LPSK Apresiasi Turunnya Kasus TPPO di NTT

Rabu, 20 Juli 2022 | 00:34 WIB

UPTD Taman Budaya NTT Gelar Kesenian Daerah

Selasa, 19 Juli 2022 | 17:37 WIB

Terpopuler

X