• Selasa, 27 September 2022

Babi Mati Karena Virus, Wagub NTT: Mari Kita Pelihara Babi Seperti Biasa Lagi

- Selasa, 26 Juli 2022 | 07:32 WIB
Wagub JNS saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan Kick Off Kampanye Kesadaran ASF dan Penyakit Hewan Menular Lainnya dalam Rangka Mendukung Pemulihan Sektor Babi di Aula El Tari, Senin (25/07/2022). (Foto: Humas  Pemprov NTT)
Wagub JNS saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan Kick Off Kampanye Kesadaran ASF dan Penyakit Hewan Menular Lainnya dalam Rangka Mendukung Pemulihan Sektor Babi di Aula El Tari, Senin (25/07/2022). (Foto: Humas Pemprov NTT)

KUPANG, suluhdesa.com | Virus African Swine Fever (ASF) atau yang dikenal sebagai Virus Demam Babi Afrika mulai masuk NTT sejak tahun 2020 serta telah mengakibatkan populasi ternak babi di NTT menurun drastis.

Bibit ternak babi semakin langka dan harga ternak serta daging babi melonjak tajam. Selain itu virus ini juga memiliki dampak psikologi sosial yang besar. Masyarakat takut dan ragu untuk beternak babi lagi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengajak masyarakat NTT untuk kembali mengembangkan ternak babi.

Hal ini disampaikan Wagub JNS dalam sambutannya saat membuka kegiatan Kick Off Kampanye Keasadaran ASF dan Penyakit Hewan Menular Lainnya dalam Rangka Mendukung Pemulihan Sektor Babi di Aula El Tari, Senin (25/07/2022).

Acara yang dihelat oleh Prisma Indonesia bersama Dinas Peternakan NTT dilakukan secara luring atau ofline dan daring atau online.

"Kita jangan takut. Apa saja kita tidak boleh takut, waspada boleh. Apapun kejadiannya, apa saja yang namanya penyakit babi atau penyakit hewan menular lainnya, kita tidak boleh takut, tapi waspada. Dan kita harus mencari jalan keluarnya," kata Wagub JNS.

Wagub menegaskan masyarakat wajar merasa takut karena apa gunanya pelihara babi kalau kemudian mati. Namun dengan berbagai kebijakan dan kegiatan, penyuluhan dan ikhtiar dari pemerintah bersama berbagai komponen masyarakat lainnya, penyakit ASF sudah bisa dikendalikan dan masyarakat mulai paham tentang langkah-langkah yang dilakukan agar ternak babi terhindar dari virus ASF.

"Saya mengimbau kepada masyarakat NTT, mulai sekarang dengan kegiatan yang mulai normal, mari kita pelihara babi seperti biasa lagi. Karena penyakit ASF mulai bisa ditangani. Pemerintah pasti cari jalan keluar. Mari kita mulai bangkit, mari kita pelihara babi," ungkap Wagub JNS.

Dikatakan Wagub JNS, bagi masyarakat NTT, babi punya peran strategis bukan hanya untuk kepentingan ekonomis tapi juga dalam struktur sosio kultural masyarakat.

Halaman:

Editor: Frids Wawo Lado

Tags

Terkini

DPD Partai Demokrat NTT Tolak Kenaikan BBM

Senin, 5 September 2022 | 16:20 WIB

LPSK Apresiasi Turunnya Kasus TPPO di NTT

Rabu, 20 Juli 2022 | 00:34 WIB

UPTD Taman Budaya NTT Gelar Kesenian Daerah

Selasa, 19 Juli 2022 | 17:37 WIB

Terpopuler

X