• Selasa, 31 Januari 2023

Dua Sopir Travel Asal Ngada Dipukuli Belasan Sopir di Ruteng, Arnoldus Wea: Pemerintah Absen Bangun Kebijakan

- Senin, 23 Januari 2023 | 17:59 WIB
Tokoh Muda asal Ngada yang kini berdomisili di Jakarta, Arnoldus Wea. (Foto: Istimewa)
Tokoh Muda asal Ngada yang kini berdomisili di Jakarta, Arnoldus Wea. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, suluhdesa.com | Dua sopir travel bernama Fransiskus Karsiolo Bate dan Denis Ratu asal Kabupaten Ngada yang membawa penumpang dengan tujuan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur dihadang dan dipukuli oleh belasan sopir travel di Terminal Mena Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Senin (16/01/2023).

Alasan belasan sopir travel Ruteng yang memperlakukan Fransiskus dan Denis secara brutal dan semena-mena itu dipicu lantaran mereka tidak terima sopir asal Ngada membawa penumpang ke Labuan Bajo. 

Aksi para sopir di Ruteng tersebut bahkan memaksa para penumpang untuk keluar dari mobil travel dan memaksa supaya mereka yang melanjutkan untuk mengantar ke Labuan Bajo.

Aksi tak terpuji dari belasan sopir di Ruteng yang menghadang dan memukuli dua sopir travel asal Ngada mendapat kecaman dari Arnoldus Wea, Tokoh Muda Asal Ngada yang berdomisili di Jakarta.

Baca Juga: Ini Kronologi Dua Sopir Travel Asal Kabupaten Ngada Dihadang dan Dipukul Belasan Sopir di Ruteng

Saat dihubungi Media SULUH DESA, Senin (23/01/2023), Arnoldus Wea menyampaikan keprihatinannya.

"Wilayah perifer yang bertumbuh menjadi wilayah urban semacam Flores merupakan lokasi yang memiliki tingkat akumulasi dan konsentrasi kegiatan ekonomi yang tinggi yang dibentuk oleh struktur spasial yang kompleks seperti infrastruktur sistem transportasi," kata pria ini yang biasa disapa AW.

Menurutnya, semakin besar sebuah wilayah, semakin besar kompleksitas dan potensi gangguannya di sektor transportasi, terutama jika kompleksitas ini tidak dikelola secara efektif. Kasus pemukulan di Ruteng adalah contoh nyata hari ini.

"Bagi saya, berita ini semacam autokritik untuk layanan transportasi kita yang memang tidak cukup baik. Pemerintah sibuk perbaiki jalan tapi absen dalam membangun perangkat kebijakan mobilisasi kendaraan," tohoknya.

Halaman:

Editor: Frids Wawo Lado

Tags

Terkini

X